
🌅 Renungan Buka Sabat
Belajar Percaya dalam Proses Tuhan
Jumat, 9 Januari 2026
Jumat sore kembali tiba, dan bersama dengannya datang undangan yang lembut dari Tuhan:
undangan untuk berhenti, menenangkan hati, dan mempercayakan hidup sepenuhnya kepada-Nya.
Jika Sabat pertama tahun ini adalah tentang menyerahkan langkah, maka Sabat sore ini mengingatkan kita bahwa perjalanan bersama Tuhan adalah sebuah proses. Tidak semua doa langsung dijawab, tidak semua jalan langsung terang. Namun di setiap proses itu, Tuhan tetap bekerja—sering kali dengan cara yang tenang dan tidak terlihat.
📖 Ayat Renungan:
“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.”
— Amsal 3:5
Sabat mengajarkan kita untuk percaya tanpa tergesa-gesa. Saat dunia mendorong kita untuk segera mengerti, Sabat justru mengajak kita untuk percaya terlebih dahulu. Dalam keheningan yang kudus ini, iman dilatih bukan lewat kepastian, melainkan lewat penyerahan.
📜 Tulisan Ellen G. White:
“Sering kali Tuhan membawa kita melalui jalan yang tidak kita mengerti, agar kita belajar percaya sepenuhnya kepada-Nya.”
— Ellen G. White
✨ Perenungan:
Bagi kita, Sabat sore ini menjadi pengingat bahwa tidak apa-apa berjalan perlahan. Tidak apa-apa belum memahami semuanya. Selama langkah diarahkan kepada Tuhan, setiap proses—baik yang mudah maupun yang berat—sedang membentuk iman yang lebih dewasa dan hati yang lebih dekat kepada-Nya.
Sabat bukan hanya tentang istirahat jasmani, tetapi juga tentang istirahat dari kekhawatiran. Tentang belajar berkata, “Tuhan, aku percaya Engkau sedang bekerja, bahkan ketika aku belum melihat hasilnya.”
🙏 Doa Buka Sabat:
Bapa di Surga,
Terima kasih untuk Sabat-Mu yang kudus.
Ajari kami percaya dalam setiap proses hidup,
meskipun jalan yang kami lalui belum sepenuhnya kami mengerti.
Tenangkan hati kami, kuatkan iman kami,
dan ajar kami bersandar penuh pada kasih dan hikmat-Mu.
Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.
🌼 Ucapan Sabat:
Selamat menyambut Sabat.
Kiranya damai Tuhan menuntun hatimu untuk percaya, bertumbuh, dan beristirahat di dalam-Nya.
— Margie Amelia
No comments:
Post a Comment