Translate

26 Dec 2025

Renungan Buka Sabat – Jumat Sore 🌿 “Diam di Hadapan Tuhan” 🌅


Ketika matahari mulai condong ke barat dan kesibukan perlahan mereda, Sabat kembali menyapa kita dengan undindu yang tenang. Inilah waktu yang Tuhan kuduskan—bukan sekadar untuk berhenti dari pekerjaan, tetapi untuk tinggal lebih dekat di hadirat-Nya. Sabat mengundang kita untuk menenangkan pikiran, melembutkan hati, dan mengingat bahwa hidup kita ada dalam pemeliharaan Allah.

Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, Tuhan memanggil kita untuk diam. Diam bukan berarti kosong, tetapi penuh—penuh akan kesadaran bahwa Allah setia, hadir, dan bekerja bahkan ketika kita berhenti. Sabat adalah hadiah kasih karunia, waktu untuk menyelaraskan kembali hidup kita dengan kehendak-Nya.

📖 “Berhentilah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah.”
— Mazmur 46:11

Melalui Sabat, Tuhan mengingatkan kita bahwa nilai diri kita tidak ditentukan oleh apa yang kita capai, melainkan oleh siapa kita di dalam Kristus. Dalam keheningan Sabat, jiwa yang lelah dipulihkan, iman dikuatkan, dan harapan diperbarui.

📜 Tulisan Ellen G. White:
“Sabat adalah tanda kasih Allah kepada manusia. Ia adalah hari persekutuan dengan Tuhan, hari sukacita bagi jiwa.”
Ellen G. White, Testimonies for the Church, jilid 6

Perenungan:
Bagi kalian, biarlah Sabat sore ini menjadi saat yang penuh kelegaan. Serahkan segala beban, kekhawatiran, dan rencana ke dalam tangan Tuhan. Izinkan damai Kristus memenuhi hati, dan biarkan kasih-Nya menyegarkan langkah hidup ke depan.

🙏 Doa:
Bapa di surga, terima kasih atas Sabat-Mu yang kudus. Ajari kami untuk diam di hadapan-Mu dan percaya sepenuhnya pada pemeliharaan-Mu. Kuduskanlah hati dan pikiran kami, agar Sabat ini menjadi sumber kekuatan dan damai yang sejati. Dalam nama Yesus, kami berdoa. Amin.

🌼 Ucapan Sabat:
Selamat menyambut Sabat yang kudus. Kiranya damai Tuhan menaungi hatimu dan memenuhi rumahmu dengan kehadiran-Nya.

Sabat yang diberkati untukmu, by Margie Amelia.

20 Dec 2025

Sabat: Waktu Bersama Allah yang Menyembuhkan

Ayat:

“Hari ketujuh adalah Sabat bagi TUHAN, Allahmu.”
— Keluaran 20:10

Renungan:
Sabat bukan sekadar istirahat fisik, tetapi waktu khusus bersama Allah. Dalam Sabat, Tuhan menyembuhkan hati yang lelah, membaharui pengharapan, memulihkan iman, dan mengingatkan kita bahwa hidup ini milik-Nya.

Ketika kita memuliakan Sabat, kita sedang menghormati Sang Pencipta yang menguduskan waktu ini untuk kita.

Doa:
“Tuhan, kuduskan hatiku di dalam Sabat-Mu. Sembuhkan, pulihkan, dan segarkan imanku ketika aku beristirahat dalam hadirat-Mu. Happy Sabbath. Amin.”

19 Dec 2025

Renungan Buka Sabat – 19 Desember 2025 🌅 “Diperbarui oleh Hadirat-Nya” 🌿



Ketika Jumat sore kembali tiba dan dunia perlahan mereda, Sabat menyentuh hati kita dengan undangan lembut dari Tuhan: berhenti, beristirahat, dan pulang kepada-Nya. Dalam perjalanan hidup yang penuh tekanan dan tuntutan, Allah memberikan Sabat sebagai waktu pemulihan—sebuah ruang suci di mana jiwa dapat bernapas kembali.

Mungkin minggu ini penuh dengan tantangan, keputusan sulit, atau langkah yang terasa berat. Namun Sabat datang membawa harapan baru. Seperti embun pagi yang menyegarkan bumi, demikian juga kasih Tuhan menyegarkan hati yang letih.

📖 “Dan Ia berkata kepada mereka: ‘Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.’”
Markus 2:28

Sabat mengingatkan kita bahwa Tuhan sendiri hadir sebagai sumber damai. Ia tidak hanya memerintahkan kita untuk beristirahat; Ia menyertai kita dalam istirahat itu—memberi kelegaan, memperbarui kekuatan, dan menenangkan pikiran.

📜 Kutipan Ellen G. White:
“Dalam Sabat, Yesus ingin supaya kita menemukan damai, terang, dan sukacita.”
Ellen G. White, The Desire of Ages, hlm. 286

Perenungan:
Biarlah Sabat sore ini menjadi waktu bagi kita untuk merasakan kembali sentuhan kasih Tuhan yang lembut. Kiranya setiap kekhawatiran dilepaskan, setiap beban diringankan, dan setiap langkah yang terasa berat diganti dengan damai yang melimpah dari Allah.

🙏 Doa:
Ya Tuhan, terima kasih atas Sabat-Mu yang penuh berkat. Kami datang kepada-Mu dengan hati yang rindu dipulihkan. Curahkan damai-Mu ke dalam hidup kami. Perbarui iman kami, kuatkan langkah kami, dan dekatkan kami lebih lagi kepada-Mu. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.

🌼 Ucapan Sabat:
Semoga Sabat yang kudus ini membawa keteduhan, kehangatan, dan damai Kristus ke dalam hati dan rumahmu.

Selamat menyambut Sabat penuh berkat, Untuk kita semua.

Berhenti dan Beristirahat dalam Damai Tuhan

Ayat:

“Datanglah kepada-Ku… Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.”
— Matius 11:28

Renungan:
Jumat adalah undangan untuk berhenti sejenak dan menerima kelegaan dari Tuhan. Ia tidak menyuruh kita berjuang sendiri; Ia memanggil kita untuk datang dan beristirahat dalam kasih-Nya.

Damai bukan ditemukan ketika masalah hilang, tetapi ketika kita datang kepada Yesus.

Doa:
“Tuhan, aku datang kepada-Mu. Berikan kelegaan dalam hatiku dan persiapkan aku memasuki Sabat dengan damai. Amin.”

18 Dec 2025

Langkah Bijaksana dalam Tangan Tuhan

Ayat:

“TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidup berkenan kepada-Nya.”
— Mazmur 37:23

Renungan:
Kita sering bingung memilih jalan dalam hidup. Tetapi bagi orang yang mau berkenan kepada Tuhan, Ia sendiri menetapkan langkah-langkahnya.

Hal ini menenangkan hati. Yang perlu kita lakukan bukan mengetahui semua jawaban, tetapi hidup berkenan kepada Tuhan hari ini—maka langkah-langkah besok Tuhan yang menetapkan.

Doa:
“Tuhan, tuntun langkahku agar berkenan kepada-Mu. Tetapkan jalanku sesuai kehendak-Mu. Amin.”

17 Dec 2025

Curhat Tentang Buku The Prince of Heaven

Hi all Readers 
Apa kabar kalian semua? Semoga semuanya dalam keadaan baik-baik saja ya....

Udah lama aku nggak nulis blog ini. Ya walaupun ada beberapa postingan di blog ini, tapi kalau aku nggak nulis sendiri, kayaknya nggak enak deh... Tapi aku bingung mau nulis tentang apa? 

Oh iya, buku baru aku udah mau diterbitin. Buku ini adalah impian aku dari dulu banget. Dari masih senang rajin menulis sampai udah agak males nulis tapi rasa rindu untuk menulis tentang sosok ini tuh kayaknya nggak bisa kalau tidak belajar tentang Dia, tahu tentang Dia dan dekat dengan Dia. Aku kan sering menulis tentang Dia di blog ini sebenarnya. Selama ini aku banyak menulis puisi dan isi hati yang aku tulis di blog ini tentang Dia. 

The Prince of Heaven punya arti yang sangat dalam buat aku. Mungkin orang di dunia ini sudah banyak yang tidak mengerti mengapa Dia datang ke dunia ini.  Dan tidak banyak yang tahu atau mengerti siapa Dia sebelum Dia datang ke dunia ini. 

Banyak yang bilang Dia itu adalah Bapa itu sendiri tapi jika benar demikian maka saat Dia berada di dunia ini kepada siapa Dia berdoa dan menyebut Bapa? Berarti ada oknum lain di atas surga saat Dia berada di bumi. 

Dan itulah yang aku tulis dalam buku The Prince of Heaven. Mulai dari Dia masih di surga sampai Dia turun ke bumi dan kembali lagi ke surga dan akan kembali lagi ke bumi untuk membuat kita ke surga.

Tapi anehnya banyak nggak tertarik dengan buku ini. Menjadi promosiin tapi nggak ada yang nanya buku ini. Buku-buku sebelumnya banyak yang beli. Tapi nggak tahu kali ini berapa banyak yang diam aja. Ditawarin malah aku dicuekin. Tapi tidak apa-apa yang kehilangan berkat dari buku ini kan mereka. Semoga ada yang mau order lagi 
L. 

Firman yang Memperkuat Pilihan Hidup

Ayat:

“Aku menaruh firman-Mu dalam hatiku, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.”
— Mazmur 119:11

Renungan:
Firman bukan sekadar dibaca; ditanamkan ke dalam hati. Firman yang ditanam akan mempengaruhi pilihan hidup, memberi kekuatan untuk menolak dosa, dan menuntun kepada jalan kebenaran.

Tuhan tidak meminta kita kuat sendiri—Ia memberi Firman sebagai kekuatan.

Doa:
“Tuhan, taruhlah Firman-Mu dalam hatiku. Biarlah Firman itu memandu setiap keputusan hari ini. Amin.”

16 Dec 2025

Hidup Baru yang Dimulai Setiap Hari

Ayat:

“Yang dahulu sudah berlalu; lihatlah, yang baru sudah datang.”
— 2 Korintus 5:17

Renungan:
Menjadi ciptaan baru bukan hanya pengalaman masa lalu; itu terjadi setiap hari. Setiap pagi Tuhan mengizinkan kita meninggalkan kesalahan kemarin dan memulai kembali perjalanan iman.

Hidup baru bukan berarti tidak pernah jatuh, tetapi mau bangkit lagi dalam kasih Kristus.

Doa:
“Tuhan, bentuk aku menjadi ciptaan baru hari ini. Buat pikiranku, ucapanku, dan tindakanku mencerminkan Engkau. Amin.”

15 Dec 2025

Tangan Tuhan yang Menggendong Kita

Ayat:

“Sampai masa tuamu… Aku tetap menggendong kamu.”
— Yesaya 46:4

Renungan:
Hari baru mungkin terasa mengkhawatirkan, tetapi Tuhan berkata: Ia menggendong kita. Ia bukan hanya memimpin dari jauh, tetapi menopang dari dekat. Masalah tidak menghilang, tetapi kita tidak menanggungnya sendirian.

Karena itu, saat merasa lemah, jangan mencoba kuat sendiri. Biarkan Tuhan yang menggendongmu dalam kasih-Nya.

Doa:
“Tuhan, gendong aku dalam kelemahanku. Ajari aku untuk bersandar pada-Mu, bukan pada kekuatanku sendiri. Amin.”

14 Dec 2025

Kekuatan dari Janji Kebangkitan

 


Ayat:

“Aku berkata kepadamu: Markus, jangan heran akan hal itu;… mereka yang di dalam kubur akan mendengar suara-Nya.”
— Yohanes 5:28

Renungan:
Yesus berkata bahwa mereka yang berada di dalam kubur akan mendengar suara-Nya. Ini janji langsung dari Sang Kehidupan. Kita hidup bukan untuk mati—kita hidup untuk menantikan kebangkitan dan hidup kekal bersama-Nya.

Ketika kita mengingat janji ini setiap pagi, hidup terasa memiliki arah. Kita tidak berjalan tanpa tujuan; kita sedang menanti suara Tuhan yang akan memanggil kita pada hari kebangkitan.

Doa:
“Tuhan, kuatkan pengharapanku pada kebangkitan. Jadikan hari ini langkah iman menuju kehidupan kekal bersama-Mu. Amin.”

12 Dec 2025

Renungan Buka Sabat – 12 Desember 2025 🌅 “Damai dalam Kehadiran-Nya” 🌿



Sore ini, ketika cahaya matahari mulai memudar dan udara menjadi lembut, kita kembali diingatkan akan janji kasih Tuhan yang hadir di setiap Sabat. Dalam kesibukan dan pergumulan hidup, Sabat datang sebagai hadiah surgawi—waktu istimewa untuk berhenti sejenak dan merasakan pelukan kasih Allah yang menenangkan.

Bagi banyak orang, minggu ini mungkin penuh dengan kelelahan, tugas, dan beban yang tampak tak berujung. Namun Allah memanggil kita dengan lembut, seperti seorang Bapa yang menuntun anaknya pulang:

“Datanglah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”
Matius 11:28

Sabat bukan sekadar jeda dari pekerjaan duniawi, tetapi sebuah pengalaman rohani—tempat hati kita beristirahat dalam kehadiran Sang Pencipta. Di tengah dunia yang bising, Tuhan menyediakan hari damai agar kita dapat kembali mengingat siapa kita di hadapan-Nya: ciptaan yang dikasihi dan ditebus oleh kasih karunia-Nya.

📜 Kutipan Ellen G. White:

“Sabat adalah hubungan emas yang mengikat hati manusia dengan Penciptanya.”
Ellen G. White, Testimonies for the Church, vol. 6, hlm. 349

Perenungan:
Mari kita buka Sabat ini dengan hati yang bersyukur. Biarlah damai Kristus memenuhi rumah dan jiwa kita. Sabat adalah waktu untuk memulihkan iman, memperbarui kasih, dan memperdalam hubungan dengan Tuhan serta sesama.

🙏 Doa:
Ya Bapa di surga, terima kasih untuk Sabat yang Kudus ini. Terima kasih karena Engkau memanggil kami untuk beristirahat dalam kasih-Mu. Kami serahkan segala beban, kekhawatiran, dan kegelisahan kami ke dalam tangan-Mu. Kiranya Sabat ini menjadi waktu pemulihan dan kedamaian yang sejati di dalam Kristus Yesus. Amin.

🌼 Ucapan Sabat:

Sabat datang membawa damai—hadiah kasih Allah bagi hati yang lelah.

Selamat menyambut Sabat penuh damai, Margie Amelia.
💛 Happy Sabbath — beristirahatlah dalam kasih dan kehadiran-Nya.

8 Dec 2025

The Prince of Heaven

The Prince of Heaven



Sebelum dunia mengenal dosa, surga dipenuhi lagu sukacita. Semua makhluk memuji Sang Pencipta, dan alam semesta hidup dalam damai yang sempurna.

Namun ketika manusia jatuh, kesunyian memenuhi ruang takhta.
Dosa telah masuk, dan akibatnya terlalu berat bagi dunia yang kecil ini. Tidak ada makhluk yang mampu menanggungnya. Tidak ada korban yang cukup layak untuk membayar harganya.

Dalam keheningan surga, Putra Ilahi berdiri.
Ia tidak menunggu permintaan.
Tidak ada paksaan.
Tidak ada perintah.

Dialah yang menawarkan diri.

Ia menghadap Bapa dan menyatakan: bahwa demi menyelamatkan manusia yang tersesat, Ia rela turun dari kemuliaan-Nya…
rela menjadi manusia…
rela memikul hukuman yang seharusnya ditanggung oleh dunia yang mengkhianati kasih-Nya.

Bapa menerima pengorbanan itu dengan kasih yang tak terlukiskan.
Bukan karena Ia ingin Putra-Nya menderita, tetapi karena tidak ada jalan lain yang dapat menyelamatkan umat manusia.

Dan rencana penebusan pun ditetapkan:
🔹 Anak akan turun menjadi korban bagi dunia.
🔹 Bapa akan mengutus-Nya dalam kasih.
🔹 Roh Kudus akan menuntun dan menghibur mereka yang diselamatkan.

Di dalam kesatuan kasih Ilahi, manusia dipanggil untuk pulang.

📘 The Prince of Heaven mengajak kita menyelami:
✨ Pengorbanan Yesus yang dilakukan dengan sukarela
✨ Bapa yang merelakan Putra-Nya karena mengasihi dunia
✨ Roh Kudus yang bekerja dalam hati untuk memulihkan hidup kita
✨ Harmoni kasih Ilahi yang menjadi dasar keselamatan

📖 350+ halaman | Soft Cover Premium
🎁 Bonus magnet kulkas
💰 Rp 150.000
⏳ Open PO 2 Desember 2025–10 January 2026

Ini bukan sekadar buku.
Ini perjalanan untuk mengenal Pribadi yang menawarkan diri-Nya bagi Anda.

📩 Klik link di bawah ini untuk pemesanan sekarang.


Biarkan hati Anda disentuh oleh kasih yang bermula di surga, dan berakhir di hidup Anda. 💙 



 
#ThePrinceOfHeaven #YesusKristus #BukuRohani #KasihPenebusan #RencanaKeselamatan #ChristianBook #OpenPO #MargieAmelia #JesusSaves #Trinitas

5 Dec 2025

Renungan Buka Sabat – 24 Oktober 2025 🌾 Kasih yang Menenangkan di Hari Kudus 🌾


Ketika matahari perlahan tenggelam dan sinarnya memudar di ufuk barat, tibalah Sabat yang diberkati. Udara sore terasa lebih damai, seakan alam pun turut berhenti untuk memuliakan Penciptanya. Di tengah hiruk-pikuk kehidupan yang melelahkan, Tuhan memanggil kita untuk datang dan beristirahat dalam kasih-Nya.

Sabat bukan sekadar jeda dari pekerjaan, melainkan waktu yang mengingatkan kita akan kasih setia Tuhan yang tak pernah berakhir. Ia ingin agar kita berhenti dari kekhawatiran dan belajar mempercayai pemeliharaan-Nya sepenuhnya. Dalam jam-jam kudus ini, kita menemukan keindahan hubungan yang diperbarui antara jiwa dan Pencipta.

🕊️ Renungan:
Sabat mengajarkan bahwa kita tidak hidup untuk bekerja tanpa henti, tetapi untuk mengenal dan menikmati kehadiran Tuhan. Dunia sering mengukur nilai hidup dari hasil kerja, tetapi Sabat datang untuk mengingatkan: nilai sejati kita ada dalam kasih Tuhan, bukan dalam prestasi kita.

📖 “Dan Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.” — Kejadian 2:3

📜 Kutipan Ellen G. White:

“Sabat diberikan untuk menjadi suatu berkat bagi manusia. Ia mengingatkan kita akan kasih Allah yang besar dalam menciptakan dunia dan dalam menebus kita dari dosa.”
Ellen G. White, The Desire of Ages, hlm. 281

🙏 Doa Singkat:
Bapa yang penuh kasih, terima kasih atas Sabat-Mu yang suci. Ajar kami untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia ini dan menemukan kedamaian di dalam-Mu. Pulihkan hati kami, agar kami dapat melihat kasih-Mu yang selalu baru setiap Sabat. Amin.

Tulisan untuk ilustrasi:

“Happy Sabbath — rest in His unfailing love.”

💛 Tema besar: Sabat Membuat Perbedaan yang Benar

Selamat menyambut Sabat yang kudus, by. Margie Amelia.
Happy Sabbath 💫

4 Dec 2025

Pengharapan yang Menguatkan Pagi Ini

 Ayat:

“Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal… Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.”
— Yohanes 14:1–2

Renungan:
Kita hidup di dunia yang penuh ketidakpastian. Berita tentang bencana, penyakit, ketidakadilan, dan kejahatan membuat hati lelah. Namun Yesus memberikan janji yang lembut tapi kuat: “Janganlah gelisah hatimu.” Mengapa? Karena dunia ini bukan akhir cerita.

Yesus sedang mempersiapkan tempat bagi anak-anak-Nya. Sebagai umat yang menantikan kedatangan-Nya kembali, kita tidak hidup tanpa arah. Setiap pagi, kita bisa mengingat bahwa hidup kita bergerak menuju satu tujuan besar: berada bersama Yesus selamanya.

Pengharapan ini tidak membuat kita lari dari tanggung jawab di dunia, tetapi memberi kekuatan untuk tetap setia, tetap mengasihi, tetap berjalan dengan Tuhan di tengah kesulitan. Pagi hari jadi kesempatan untuk memperbarui kerinduan kita: “Tuhan Yesus, tolong aku setia menantikan Engkau.”

Doa:
“Tuhan Yesus, terima kasih untuk janji-Mu bahwa Engkau sedang mempersiapkan tempat bagi kami. Di tengah dunia yang kacau, pengharapan ini menguatkan hatiku. Tolong aku untuk hidup setia hari ini, memandang kepada-Mu dan bukan hanya kepada keadaan. Dalam nama Yesus, amin.”

Untuk direnungkan:

  • Apa artinya bagimu secara pribadi bahwa Yesus akan datang kembali?

  • Apakah ada hal dalam hidupmu yang perlu diatur ulang supaya lebih sejalan dengan pengharapan akan kedatangan-Nya?

3 Dec 2025

Dipanggil untuk Bersinar

 


Ayat:

“Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.”
— Matius 5:14

Renungan:
Setiap pagi, Tuhan bukan hanya membangunkan kita untuk “bertahan hidup”, tetapi untuk menjadi terang. Di rumah, di sekolah, di tempat kerja, di gereja, di dunia maya—kehadiran kita dipanggil untuk memancarkan karakter Kristus.

Menjadi terang bukan berarti kita sempurna. Justru di tengah kelemahan dan keterbatasan kitalah kasih Tuhan bisa terlihat nyata: lewat kesabaran ketika orang lain mudah marah, lewat pengampunan ketika dunia mendorong balas dendam, lewat kelembutan ketika dunia keras.

Kita tidak bisa mengubah semua orang, tetapi kita bisa memilih untuk menjadi terang di lingkup kecil yang Tuhan percayakan hari ini. Mungkin lewat satu senyuman, satu pesan penguatan, satu doa yang kita kirim diam-diam untuk seseorang.

Doa:
“Tuhan Yesus, Engkaulah terang dunia, dan Engkau memanggilku untuk memantulkan terang-Mu. Hari ini pakailah aku, meski sederhana, untuk membawa pengharapan dan kasih-Mu kepada orang lain. Jangan biarkan hidupku menjadi penghalang, tapi jadikan aku saluran berkat. Dalam nama Yesus, amin.”

Untuk direnungkan:

  • Kepada siapa kamu bisa menjadi “terang kecil” hari ini?

  • Satu tindakan kasih apa yang bisa kamu lakukan segera setelah membaca renungan ini?

2 Dec 2025

3 Desember – Merayakan Kekuatan, Bukan Kekurangan


Terima kasih Chatgpt. 😁
Selamat hari Internasional Disability Day teman2.

✨ International Disability Day ✨

3 Desember – Merayakan Kekuatan, Bukan Kekurangan

Hari Disabilitas Internasional mengingatkan kita bahwa setiap manusia diciptakan Tuhan dengan tujuan, martabat, dan nilai yang sama. Disabilitas bukanlah batasan untuk bermimpi ataupun untuk dikasihi—melainkan bagian dari perjalanan hidup yang diizinkan Tuhan untuk menunjukkan keindahan yang unik.

Di balik setiap kursi roda, tongkat, alat bantu, atau tantangan yang tak terlihat, ada hati yang kuat… ada perjuangan, keberanian, dan keteguhan yang sering kali tidak diketahui dunia.

Tuhan melihat jauh melampaui kelemahan fisik.
Dia melihat hati. Dia melihat iman. Dia melihat potensi.

Yesaya 46:4 berkata:
“Aku telah menggendong kamu sejak kamu lahir dan Aku akan tetap menggendong kamu sampai ubanmu.”

Hari ini, kita merayakan:
🌼 Mereka yang hidup dengan disabilitas — kekuatan, karakter, dan cahaya ilahi yang mereka bawa.
🌼 Mereka yang mendampingi, merawat, dan mendukung — tangan-tangan penuh kasih yang mencerminkan hati Yesus.
🌼 Masyarakat yang inklusif — tempat di mana setiap orang dapat berkembang tanpa rasa takut atau terpinggirkan.

Mari kita ingat:
Disabilitas bukan identitas — kita semua adalah ciptaan Allah yang luar biasa.
Kasih Tuhan menjangkau setiap hati, memberi makna pada setiap cerita, dan menuntun langkah demi langkah, apa pun kondisi tubuh kita.

Selamat merayakan International Disability Day, Amel.
Teruslah bersinar, menulis, dan menunjukkan kepada dunia bahwa kasih Tuhan jauh lebih besar daripada batas yang terlihat. 💛✨

Tenang dan Ketahuilah

  Ayat:

“Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah!”
— Mazmur 46:11 (TB)

Renungan:
Pagi hari sering kali langsung diisi dengan kesibukan pikiran: “Nanti bagaimana?”, “Kalau gagal bagaimana?”, “Kalau tidak cukup bagaimana?”. Sebelum tubuh lelah, hati kita sudah capek duluan karena kekhawatiran.

Di tengah kegaduhan itu, Tuhan berkata, “Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah.” Diam bukan berarti pasif atau menyerah, tetapi berhenti sejenak dari kepanikan untuk mengingat siapa yang memegang kendali.

Tuhan tetap Allah, bahkan ketika keadaan tidak sesuai keinginan kita. Ia tetap berdaulat, tetap berkuasa, tetap mengasihi. Pagi adalah waktu yang indah untuk menarik nafas dalam-dalam, menenangkan hati, dan berkata, “Tuhan, Engkaulah Allah. Aku mau percaya.”

Doa:
“Tuhan, seringkali hatiku ribut oleh kekhawatiran. Ajari aku untuk diam di hadapan-Mu dan mengingat bahwa Engkaulah Allah yang berkuasa atas hidupku. Berikan damai-Mu yang melampaui segala akal. Dalam nama Yesus, amin.”

Untuk direnungkan:

  • Apa yang paling membuatmu gelisah hari ini?

  • Luangkan beberapa menit pagi ini hanya untuk diam, bernafas, dan menyebut nama Tuhan dalam hati.

1 Dec 2025

Menyerahkan Rencana kepada Tuhan


Ayat:

“Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka terlaksanalah segala rencanamu.”
— Amsal 16:3

Renungan:
Kita sering memulai hari dengan daftar rencana: apa yang harus dikerjakan, siapa yang harus dihubungi, target apa yang harus dicapai. Tidak salah punya rencana—bahkan itu baik. Namun, masalah muncul ketika kita lupa siapa yang seharusnya memegang kendali atas semua rencana itu.

Tuhan mengundang kita untuk menyerahkan perbuatan kita kepada-Nya. Artinya, bukan hanya berkata, “Tuhan, berkati rencanaku,” tetapi juga, “Tuhan, kalau rencanaku tidak sesuai dengan kehendak-Mu, tolong ubah. Aku mau yang Engkau mau.”

Ketika kita menyerahkan hari kita kepada Tuhan sejak pagi, kita mengakui bahwa Dialah Tuhan atas waktu, tenaga, dan hidup kita. Kadang rencana kita berubah, pintu yang kita harap terbuka justru tertutup, tapi kita bisa tenang karena tahu bahwa Tuhan memimpin.

Doa:
“Tuhan, inilah hariku, inilah rencanaku. Aku serahkan semuanya ke dalam tangan-Mu. Kalau ada yang tidak sesuai dengan kehendak-Mu, tolong arahkan aku ke jalan yang tepat. Ajari aku untuk percaya pada pimpinan-Mu, bukan pada perhitunganku sendiri. Dalam nama Yesus, amin.”

Untuk direnungkan:

  • Apakah kamu lebih sering meminta Tuhan mengikuti rencanamu, atau kamu yang mau mengikuti rencana-Nya?

  • Coba sebutkan dengan jujur di hadapan Tuhan: hal apa yang paling sulit kamu serahkan?

Firman yang Menerangi Langkah

 Ayat:

“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”
— Mazmur 119:105

Renungan:
Dunia kita penuh dengan suara: nasihat, opini, standar dunia, dan ekspektasi orang lain. Tanpa kita sadari, kita bisa menjalani hidup lebih banyak dipengaruhi suara-suara itu daripada suara Tuhan.

Mazmur ini mengingatkan bahwa Firman Tuhan adalah pelita dan terang. Pelita tidak selalu menunjukkan seluruh jalan sampai selesai, tapi cukup untuk satu langkah ke depan. Begitu juga dengan Firman: Tuhan tidak selalu menjelaskan semua rencana-Nya, tetapi Ia memberi cukup terang supaya kita tahu langkah apa yang benar hari ini.

Membaca Alkitab di pagi hari bukan sekadar kewajiban rohani. Itu seperti menyalakan lampu sebelum kita berjalan di lorong yang gelap. Tanpa pelita itu, kita bisa tersandung pada hal-hal yang sebenarnya bisa dihindari. Dengan Firman, kita dituntun untuk memilih jalan yang menyenangkan Tuhan.

Doa:
“Tuhan, terima kasih karena Firman-Mu menjadi pelita dan terang bagi hidupku. Ingatkan aku untuk tidak menjalani hari ini hanya dengan pikiranku sendiri. Bukalah hatiku agar aku mengerti Firman-Mu dan berikan aku keberanian untuk taat. Dalam nama Yesus, amin.”

Untuk direnungkan:

  • Apakah kamu sudah punya waktu khusus membaca Firman di pagi hari?

  • Satu ayat apa yang bisa kamu pegang sepanjang hari ini?

Featured post

🌅 Renungan Buka Sabat Belajar Percaya dalam Proses Tuhan