Translate

2 Jan 2026

🌅 Renungan Buka Sabat, Sabat Pertama: Menyerahkan Langkah kepada Tuhan Jumat, 2 Januari 2026

 



🌅 Renungan Buka Sabat

Sabat Pertama di Tahun 2026: Menyerahkan Langkah kepada Tuhan

Jumat, 2 Januari 2026

Sore ini bukan Jumat biasa.
Hari ini kita membuka Sabat pertama di tahun 2026—sebuah titik awal yang sunyi namun penuh makna. Tahun telah berganti, tetapi Tuhan yang kita sembah tetap sama: setia, sabar, dan penuh kasih.

Di ambang tahun yang baru ini, kita datang bukan dengan jawaban, melainkan dengan kepercayaan. Kita tidak tahu apa yang menanti di depan, namun kita tahu Siapa yang berjalan di depan kita. Sabat pertama ini mengajarkan satu hal penting: awal yang benar tidak dimulai dengan kesibukan, tetapi dengan berhenti di hadapan Tuhan.

📖 Ayat Renungan:

“Berhentilah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah.”
Mazmur 46:11

Sabat adalah pengingat lembut bahwa waktu ada di tangan Allah. Ketika kita memulai tahun ini dengan Sabat, kita sedang berkata, “Tuhan, Engkau lebih dahulu.” Kita menyerahkan rencana, ketakutan, dan harapan kita kepada-Nya—percaya bahwa Dia sanggup menuntun hari demi hari.

📜 Tulisan Ellen G. White:

“Kita tidak perlu takut akan masa depan, kecuali kita melupakan bagaimana Tuhan telah menuntun kita di masa lalu.”
Ellen G. White, Life Sketches

Perenungan:
Tahun 2026 tidak diminta untuk kita kuasai, tetapi untuk kita jalani bersama Tuhan. Sabat pertama ini mengundang kita menata ulang prioritas: bukan mengejar lebih cepat, melainkan berjalan lebih dekat dengan Allah. Di dalam keheningan Sabat, iman diperbarui dan pengharapan diteguhkan.

🙏 Doa Buka Sabat & Awal Tahun:
Ya Bapa di Surga,
Pada Sabat pertama tahun 2026 ini, kami datang dengan hati yang berserah.
Kami tidak mengetahui seluruh jalan di depan, tetapi kami percaya kepada Tuhan yang menuntun langkah kami.
Kuduskan tahun ini oleh hadirat-Mu.
Ajari kami berjalan setia, rendah hati, dan penuh iman,
hingga hari kami melihat penggenapan janji-Mu.
Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.

🌼 Ucapan Sabat:
Selamat menyambut Sabat pertama tahun 2026.
Kiranya damai Tuhan menyertai setiap langkahmu di tahun yang baru ini.

Margie Amelia

26 Dec 2025

Renungan Buka Sabat – Jumat Sore 🌿 “Diam di Hadapan Tuhan” 🌅


Ketika matahari mulai condong ke barat dan kesibukan perlahan mereda, Sabat kembali menyapa kita dengan undindu yang tenang. Inilah waktu yang Tuhan kuduskan—bukan sekadar untuk berhenti dari pekerjaan, tetapi untuk tinggal lebih dekat di hadirat-Nya. Sabat mengundang kita untuk menenangkan pikiran, melembutkan hati, dan mengingat bahwa hidup kita ada dalam pemeliharaan Allah.

Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, Tuhan memanggil kita untuk diam. Diam bukan berarti kosong, tetapi penuh—penuh akan kesadaran bahwa Allah setia, hadir, dan bekerja bahkan ketika kita berhenti. Sabat adalah hadiah kasih karunia, waktu untuk menyelaraskan kembali hidup kita dengan kehendak-Nya.

📖 “Berhentilah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah.”
— Mazmur 46:11

Melalui Sabat, Tuhan mengingatkan kita bahwa nilai diri kita tidak ditentukan oleh apa yang kita capai, melainkan oleh siapa kita di dalam Kristus. Dalam keheningan Sabat, jiwa yang lelah dipulihkan, iman dikuatkan, dan harapan diperbarui.

📜 Tulisan Ellen G. White:
“Sabat adalah tanda kasih Allah kepada manusia. Ia adalah hari persekutuan dengan Tuhan, hari sukacita bagi jiwa.”
Ellen G. White, Testimonies for the Church, jilid 6

Perenungan:
Bagi kalian, biarlah Sabat sore ini menjadi saat yang penuh kelegaan. Serahkan segala beban, kekhawatiran, dan rencana ke dalam tangan Tuhan. Izinkan damai Kristus memenuhi hati, dan biarkan kasih-Nya menyegarkan langkah hidup ke depan.

🙏 Doa:
Bapa di surga, terima kasih atas Sabat-Mu yang kudus. Ajari kami untuk diam di hadapan-Mu dan percaya sepenuhnya pada pemeliharaan-Mu. Kuduskanlah hati dan pikiran kami, agar Sabat ini menjadi sumber kekuatan dan damai yang sejati. Dalam nama Yesus, kami berdoa. Amin.

🌼 Ucapan Sabat:
Selamat menyambut Sabat yang kudus. Kiranya damai Tuhan menaungi hatimu dan memenuhi rumahmu dengan kehadiran-Nya.

Sabat yang diberkati untukmu, by Margie Amelia.

20 Dec 2025

Sabat: Waktu Bersama Allah yang Menyembuhkan

Ayat:

“Hari ketujuh adalah Sabat bagi TUHAN, Allahmu.”
— Keluaran 20:10

Renungan:
Sabat bukan sekadar istirahat fisik, tetapi waktu khusus bersama Allah. Dalam Sabat, Tuhan menyembuhkan hati yang lelah, membaharui pengharapan, memulihkan iman, dan mengingatkan kita bahwa hidup ini milik-Nya.

Ketika kita memuliakan Sabat, kita sedang menghormati Sang Pencipta yang menguduskan waktu ini untuk kita.

Doa:
“Tuhan, kuduskan hatiku di dalam Sabat-Mu. Sembuhkan, pulihkan, dan segarkan imanku ketika aku beristirahat dalam hadirat-Mu. Happy Sabbath. Amin.”

19 Dec 2025

Renungan Buka Sabat – 19 Desember 2025 🌅 “Diperbarui oleh Hadirat-Nya” 🌿



Ketika Jumat sore kembali tiba dan dunia perlahan mereda, Sabat menyentuh hati kita dengan undangan lembut dari Tuhan: berhenti, beristirahat, dan pulang kepada-Nya. Dalam perjalanan hidup yang penuh tekanan dan tuntutan, Allah memberikan Sabat sebagai waktu pemulihan—sebuah ruang suci di mana jiwa dapat bernapas kembali.

Mungkin minggu ini penuh dengan tantangan, keputusan sulit, atau langkah yang terasa berat. Namun Sabat datang membawa harapan baru. Seperti embun pagi yang menyegarkan bumi, demikian juga kasih Tuhan menyegarkan hati yang letih.

📖 “Dan Ia berkata kepada mereka: ‘Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.’”
Markus 2:28

Sabat mengingatkan kita bahwa Tuhan sendiri hadir sebagai sumber damai. Ia tidak hanya memerintahkan kita untuk beristirahat; Ia menyertai kita dalam istirahat itu—memberi kelegaan, memperbarui kekuatan, dan menenangkan pikiran.

📜 Kutipan Ellen G. White:
“Dalam Sabat, Yesus ingin supaya kita menemukan damai, terang, dan sukacita.”
Ellen G. White, The Desire of Ages, hlm. 286

Perenungan:
Biarlah Sabat sore ini menjadi waktu bagi kita untuk merasakan kembali sentuhan kasih Tuhan yang lembut. Kiranya setiap kekhawatiran dilepaskan, setiap beban diringankan, dan setiap langkah yang terasa berat diganti dengan damai yang melimpah dari Allah.

🙏 Doa:
Ya Tuhan, terima kasih atas Sabat-Mu yang penuh berkat. Kami datang kepada-Mu dengan hati yang rindu dipulihkan. Curahkan damai-Mu ke dalam hidup kami. Perbarui iman kami, kuatkan langkah kami, dan dekatkan kami lebih lagi kepada-Mu. Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.

🌼 Ucapan Sabat:
Semoga Sabat yang kudus ini membawa keteduhan, kehangatan, dan damai Kristus ke dalam hati dan rumahmu.

Selamat menyambut Sabat penuh berkat, Untuk kita semua.

Berhenti dan Beristirahat dalam Damai Tuhan

Ayat:

“Datanglah kepada-Ku… Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.”
— Matius 11:28

Renungan:
Jumat adalah undangan untuk berhenti sejenak dan menerima kelegaan dari Tuhan. Ia tidak menyuruh kita berjuang sendiri; Ia memanggil kita untuk datang dan beristirahat dalam kasih-Nya.

Damai bukan ditemukan ketika masalah hilang, tetapi ketika kita datang kepada Yesus.

Doa:
“Tuhan, aku datang kepada-Mu. Berikan kelegaan dalam hatiku dan persiapkan aku memasuki Sabat dengan damai. Amin.”

18 Dec 2025

Langkah Bijaksana dalam Tangan Tuhan

Ayat:

“TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidup berkenan kepada-Nya.”
— Mazmur 37:23

Renungan:
Kita sering bingung memilih jalan dalam hidup. Tetapi bagi orang yang mau berkenan kepada Tuhan, Ia sendiri menetapkan langkah-langkahnya.

Hal ini menenangkan hati. Yang perlu kita lakukan bukan mengetahui semua jawaban, tetapi hidup berkenan kepada Tuhan hari ini—maka langkah-langkah besok Tuhan yang menetapkan.

Doa:
“Tuhan, tuntun langkahku agar berkenan kepada-Mu. Tetapkan jalanku sesuai kehendak-Mu. Amin.”

17 Dec 2025

Curhat Tentang Buku The Prince of Heaven

Hi all Readers 
Apa kabar kalian semua? Semoga semuanya dalam keadaan baik-baik saja ya....

Udah lama aku nggak nulis blog ini. Ya walaupun ada beberapa postingan di blog ini, tapi kalau aku nggak nulis sendiri, kayaknya nggak enak deh... Tapi aku bingung mau nulis tentang apa? 

Oh iya, buku baru aku udah mau diterbitin. Buku ini adalah impian aku dari dulu banget. Dari masih senang rajin menulis sampai udah agak males nulis tapi rasa rindu untuk menulis tentang sosok ini tuh kayaknya nggak bisa kalau tidak belajar tentang Dia, tahu tentang Dia dan dekat dengan Dia. Aku kan sering menulis tentang Dia di blog ini sebenarnya. Selama ini aku banyak menulis puisi dan isi hati yang aku tulis di blog ini tentang Dia. 

The Prince of Heaven punya arti yang sangat dalam buat aku. Mungkin orang di dunia ini sudah banyak yang tidak mengerti mengapa Dia datang ke dunia ini.  Dan tidak banyak yang tahu atau mengerti siapa Dia sebelum Dia datang ke dunia ini. 

Banyak yang bilang Dia itu adalah Bapa itu sendiri tapi jika benar demikian maka saat Dia berada di dunia ini kepada siapa Dia berdoa dan menyebut Bapa? Berarti ada oknum lain di atas surga saat Dia berada di bumi. 

Dan itulah yang aku tulis dalam buku The Prince of Heaven. Mulai dari Dia masih di surga sampai Dia turun ke bumi dan kembali lagi ke surga dan akan kembali lagi ke bumi untuk membuat kita ke surga.

Tapi anehnya banyak nggak tertarik dengan buku ini. Menjadi promosiin tapi nggak ada yang nanya buku ini. Buku-buku sebelumnya banyak yang beli. Tapi nggak tahu kali ini berapa banyak yang diam aja. Ditawarin malah aku dicuekin. Tapi tidak apa-apa yang kehilangan berkat dari buku ini kan mereka. Semoga ada yang mau order lagi 
L.