Translate

6 Feb 2026

🌅 Renungan Buka Sabat Tuhan Tidak Pernah Terlambat Jumat, 6 Februari 2026



Sabat kembali datang seperti janji yang tak pernah gagal ditepati.
Mungkin minggu ini ada doa yang belum terjawab, rencana yang tertunda, atau harapan yang terasa menggantung. Namun Sabat hadir membawa satu pengingat lembut: waktu Tuhan selalu tepat.

Sering kali kita gelisah karena merasa sesuatu seharusnya sudah terjadi sekarang. Kita ingin jawaban cepat, jalan yang jelas, dan hasil yang terlihat. Tetapi Tuhan melihat jalan yang jauh lebih luas daripada yang dapat kita pahami. Yang bagi kita terasa lambat, di tangan-Nya sedang dipersiapkan dengan penuh kasih dan hikmat.

📖 Ayat Renungan:

“TUHAN itu baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.”
— Ratapan 3:25

Sabat melatih hati untuk percaya, bukan tergesa.
Untuk beristirahat, bukan memaksa.
Untuk menunggu, bukan menyerah.

Di dalam keheningan Sabat, kita belajar bahwa penundaan Tuhan bukanlah penolakan. Sering kali itu adalah perlindungan, pembentukan karakter, atau persiapan bagi berkat yang lebih besar dari yang kita bayangkan.

📜 Tulisan Ellen G. White:

“Tuhan tidak pernah memimpin anak-anak-Nya selain pada jalan yang terbaik.”
— Ellen G. White

Perenungan:

Sabat sore ini adalah ruang untuk melepaskan kegelisahan tentang waktu. Tidak semua hal harus terjadi sekarang. Tuhan tidak pernah terlambat dalam hidupmu. Ia bekerja bahkan saat kamu belum melihat hasilnya.

Sabat mengajarkan kita berbisik dengan tenang di dalam hati:
“Tuhan, waktuku ada di tangan-Mu.”

🙏 Doa Buka Sabat:
Bapa di Surga,
Terima kasih karena Engkau setia menuntun hidup kami.
Ajari kami percaya pada waktu-Mu.
Tenangkan hati yang gelisah, kuatkan iman yang lemah,
dan biarlah Sabat ini menjadi tempat kami bersandar penuh pada-Mu.
Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.

🌼 Ucapan Sabat:
Selamat menyambut Sabat.
Kiranya damai Tuhan memenuhi hatimu dengan ketenangan dan kepercayaan.

Margie Amelia

30 Jan 2026

🌅 Renungan Buka Sabat Berdiam dan Diperbarui oleh Tuhan Jumat, 30 Januari 2026

 

🌅 Renungan Buka Sabat

Berdiam dan Diperbarui oleh Tuhan

Jumat, 30 Januari 2026

Jumat sore kembali tiba dengan keheningan yang meneduhkan.
Di ujung minggu yang mungkin melelahkan, Tuhan sekali lagi mengundang kita masuk ke dalam waktu-Nya—waktu yang kudus, tenang, dan memulihkan.

Sabat bukan sekadar pergantian hari. Sabat adalah perhentian yang disengaja, saat di mana Tuhan berkata kepada jiwa kita, “Datanglah, Aku ingin memperbarui engkau.” Di hadapan-Nya, kita tidak dinilai dari pencapaian, melainkan diterima karena kasih karunia.

📖 Ayat Renungan:

“Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.”
Mazmur 23:3

Sering kali kita datang ke Sabat dengan hati yang penuh—penuh pikiran, kekhawatiran, dan kelelahan. Namun justru di saat seperti itulah Sabat menjadi indah. Tuhan tidak meminta kita merapikan diri terlebih dahulu; Ia hanya meminta kita datang dan berdiam.

📜 Tulisan Ellen G. White:

“Sabat mengarahkan pikiran kita kepada Allah sebagai sumber kehidupan dan berkat.”
Ellen G. White

Perenungan:

Sabat sore ini adalah kesempatan untuk membiarkan Tuhan bekerja di bagian hati yang paling lelah. Tidak semua luka harus langsung sembuh, tidak semua jalan harus langsung jelas. Cukup satu hal: tetap tinggal di hadirat Tuhan, dan membiarkan Dia memperbarui kekuatan jiwa.

Sabat mengingatkan kita bahwa pembaruan sejati tidak datang dari istirahat semata, tetapi dari hubungan yang hidup dengan Kristus.

🙏 Doa Buka Sabat:
Bapa di Surga,
Terima kasih untuk Sabat-Mu yang kudus.
Di sore ini kami datang apa adanya,
memohon Engkau menyegarkan jiwa kami yang lelah.
Perbarui iman kami, tenangkan hati kami,
dan ajari kami tinggal dekat dengan-Mu.
Biarlah damai-Mu memenuhi hidup kami.
Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.

🌼 Ucapan Sabat:
Selamat menyambut Sabat.
Kiranya Sabat ini menjadi waktu pembaruan jiwa di dalam kasih Tuhan.

Margie Amelia

23 Jan 2026

🌅 Renungan Buka Sabat Sabat: Hadiah Kasih yang Menenangkan Jiwa Jumat, 23 Januari 2026


🌅 Renungan Buka Sabat

Sabat: Hadiah Kasih yang Menenangkan Jiwa

Jumat, 23 Januari 2026

Jumat sore ini kita kembali melangkah ke waktu yang kudus.
Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, Sabat hadir bukan sebagai beban, melainkan sebagai hadiah kasih dari Tuhan—waktu yang Ia sisihkan agar kita dapat beristirahat di dalam hadirat-Nya.

Sabat mengingatkan kita bahwa nilai hidup tidak diukur dari seberapa banyak yang kita capai, tetapi dari siapa yang kita percaya. Ketika matahari perlahan tenggelam, Tuhan seolah berkata dengan lembut, “Berhentilah. Aku ada di sini.”

📖 Ayat Renungan:

“Datanglah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”
Matius 11:28

Di dalam Sabat, kita belajar melepaskan kendali. Kita belajar bahwa Allah sanggup bekerja bahkan ketika kita berhenti. Keheningan Sabat bukanlah kekosongan, melainkan ruang di mana jiwa dipulihkan dan iman diperbarui.

📜 Tulisan Ellen G. White:

“Sabat diberikan sebagai hari kesenangan, hari untuk menyegarkan tubuh dan jiwa, dan untuk mengarahkan pikiran kepada Allah.”
Ellen G. White

Perenungan:
Bagi kita semua, Sabat sore ini adalah undangan pribadi untuk beristirahat tanpa rasa bersalah. Tidak semua masalah harus selesai hari ini. Tidak semua pertanyaan harus dijawab sekarang. Di dalam Sabat, cukup satu hal: tinggal dekat dengan Tuhan.

Ketika kita menghormati Sabat, kita sedang mengakui bahwa Allah adalah sumber damai sejati—bukan kesibukan, bukan keberhasilan, melainkan hubungan yang hidup dengan-Nya.

🙏 Doa Buka Sabat:
Bapa di Surga,
Terima kasih untuk anugerah Sabat-Mu.
Kami datang dengan hati yang rindu akan kelegaan dan damai.
Pulihkan jiwa kami, tenangkan pikiran kami,
dan ajar kami menikmati hadirat-Mu tanpa tergesa.
Biarlah Sabat ini menjadi sumber kekuatan baru
untuk menjalani hari-hari ke depan bersama-Mu.
Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.

🌼 Ucapan Sabat:
Selamat menyambut Sabat.
Kiranya Sabat ini menjadi waktu perhentian yang manis di dalam kasih Tuhan.

Margie Amelia

16 Jan 2026

🌅 Renungan Buka Sabat Tinggal Tenang di Hadirat Tuhan Jumat, 16 Januari 2026

 


🌅 Renungan Buka Sabat

Tinggal Tenang di Hadirat Tuhan

Jumat, 16 Januari 2026

Jumat sore kembali hadir dengan keheningan yang khas—
bukan sekadar pergantian hari, tetapi sebuah undangan kasih dari Tuhan untuk berhenti dan berdiam di hadirat-Nya.

Di tengah minggu yang mungkin penuh tuntutan, keputusan, dan pergumulan batin, Sabat datang membawa pesan sederhana namun dalam:
Tuhan memegang kendali.
Kita tidak perlu terus berlari, tidak harus selalu kuat, dan tidak diwajibkan memahami segalanya hari ini.

📖 Ayat Renungan:

“Dalam pertobatan dan tinggal tenang terletak keselamatanmu,
dalam tinggal diam dan percaya terletak kekuatanmu.”
Yesaya 30:15

Sabat mengajarkan kita seni rohani yang sering terlupakan: tinggal diam.
Diam bukan berarti menyerah, melainkan percaya.
Tenang bukan berarti pasif, melainkan bersandar penuh pada Allah yang setia.

Saat matahari terbenam sore ini, biarlah segala beban minggu ini kita letakkan di kaki Yesus. Sabat tidak menuntut kesempurnaan—ia hanya meminta kehadiran hati.

📜 Tulisan Ellen G. White:

“Dalam persekutuan yang tenang dengan Allah, jiwa memperoleh kekuatan yang tidak dapat diberikan dunia.”
Ellen G. White

Perenungan:
Bagi kita, Sabat sore ini menjadi ruang aman untuk bernafas secara rohani. Tidak semua harus selesai minggu ini. Tidak semua harus dipahami sekarang. Tuhan bekerja bahkan saat kita beristirahat di dalam-Nya.

Sabat mengingatkan bahwa kita dikasihi bukan karena apa yang kita lakukan,
melainkan karena siapa kita di dalam Kristus.

🙏 Doa Buka Sabat:
Bapa di Surga,
Terima kasih untuk Sabat-Mu yang kudus.
Ajari kami tinggal tenang di hadirat-Mu,
melepaskan kekhawatiran dan belajar percaya sepenuhnya.
Pulihkan jiwa kami, tenangkan pikiran kami,
dan biarlah damai-Mu memerintah di hati kami.
Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.

🌼 Ucapan Sabat:
Selamat menyambut Sabat.
Kiranya keheningan Sabat ini membawa damai, kekuatan, dan kelegaan dari Tuhan.

Margie Amelia

9 Jan 2026

🌅 Renungan Buka Sabat Belajar Percaya dalam Proses Tuhan

Image

 



🌅 Renungan Buka Sabat

Belajar Percaya dalam Proses Tuhan

Jumat, 9 Januari 2026

Jumat sore kembali tiba, dan bersama dengannya datang undangan yang lembut dari Tuhan:
undangan untuk berhenti, menenangkan hati, dan mempercayakan hidup sepenuhnya kepada-Nya.

Jika Sabat pertama tahun ini adalah tentang menyerahkan langkah, maka Sabat sore ini mengingatkan kita bahwa perjalanan bersama Tuhan adalah sebuah proses. Tidak semua doa langsung dijawab, tidak semua jalan langsung terang. Namun di setiap proses itu, Tuhan tetap bekerja—sering kali dengan cara yang tenang dan tidak terlihat.

📖 Ayat Renungan:

“Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.”
Amsal 3:5

Sabat mengajarkan kita untuk percaya tanpa tergesa-gesa. Saat dunia mendorong kita untuk segera mengerti, Sabat justru mengajak kita untuk percaya terlebih dahulu. Dalam keheningan yang kudus ini, iman dilatih bukan lewat kepastian, melainkan lewat penyerahan.

📜 Tulisan Ellen G. White:

“Sering kali Tuhan membawa kita melalui jalan yang tidak kita mengerti, agar kita belajar percaya sepenuhnya kepada-Nya.”
Ellen G. White

Perenungan:
Bagi kita, Sabat sore ini menjadi pengingat bahwa tidak apa-apa berjalan perlahan. Tidak apa-apa belum memahami semuanya. Selama langkah diarahkan kepada Tuhan, setiap proses—baik yang mudah maupun yang berat—sedang membentuk iman yang lebih dewasa dan hati yang lebih dekat kepada-Nya.

Sabat bukan hanya tentang istirahat jasmani, tetapi juga tentang istirahat dari kekhawatiran. Tentang belajar berkata, “Tuhan, aku percaya Engkau sedang bekerja, bahkan ketika aku belum melihat hasilnya.”

🙏 Doa Buka Sabat:
Bapa di Surga,
Terima kasih untuk Sabat-Mu yang kudus.
Ajari kami percaya dalam setiap proses hidup,
meskipun jalan yang kami lalui belum sepenuhnya kami mengerti.
Tenangkan hati kami, kuatkan iman kami,
dan ajar kami bersandar penuh pada kasih dan hikmat-Mu.
Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.

🌼 Ucapan Sabat:
Selamat menyambut Sabat.
Kiranya damai Tuhan menuntun hatimu untuk percaya, bertumbuh, dan beristirahat di dalam-Nya.


Margie Amelia

2 Jan 2026

🌅 Renungan Buka Sabat, Sabat Pertama: Menyerahkan Langkah kepada Tuhan Jumat, 2 Januari 2026

 



🌅 Renungan Buka Sabat

Sabat Pertama di Tahun 2026: Menyerahkan Langkah kepada Tuhan

Jumat, 2 Januari 2026

Sore ini bukan Jumat biasa.
Hari ini kita membuka Sabat pertama di tahun 2026—sebuah titik awal yang sunyi namun penuh makna. Tahun telah berganti, tetapi Tuhan yang kita sembah tetap sama: setia, sabar, dan penuh kasih.

Di ambang tahun yang baru ini, kita datang bukan dengan jawaban, melainkan dengan kepercayaan. Kita tidak tahu apa yang menanti di depan, namun kita tahu Siapa yang berjalan di depan kita. Sabat pertama ini mengajarkan satu hal penting: awal yang benar tidak dimulai dengan kesibukan, tetapi dengan berhenti di hadapan Tuhan.

📖 Ayat Renungan:

“Berhentilah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah.”
Mazmur 46:11

Sabat adalah pengingat lembut bahwa waktu ada di tangan Allah. Ketika kita memulai tahun ini dengan Sabat, kita sedang berkata, “Tuhan, Engkau lebih dahulu.” Kita menyerahkan rencana, ketakutan, dan harapan kita kepada-Nya—percaya bahwa Dia sanggup menuntun hari demi hari.

📜 Tulisan Ellen G. White:

“Kita tidak perlu takut akan masa depan, kecuali kita melupakan bagaimana Tuhan telah menuntun kita di masa lalu.”
Ellen G. White, Life Sketches

Perenungan:
Tahun 2026 tidak diminta untuk kita kuasai, tetapi untuk kita jalani bersama Tuhan. Sabat pertama ini mengundang kita menata ulang prioritas: bukan mengejar lebih cepat, melainkan berjalan lebih dekat dengan Allah. Di dalam keheningan Sabat, iman diperbarui dan pengharapan diteguhkan.

🙏 Doa Buka Sabat & Awal Tahun:
Ya Bapa di Surga,
Pada Sabat pertama tahun 2026 ini, kami datang dengan hati yang berserah.
Kami tidak mengetahui seluruh jalan di depan, tetapi kami percaya kepada Tuhan yang menuntun langkah kami.
Kuduskan tahun ini oleh hadirat-Mu.
Ajari kami berjalan setia, rendah hati, dan penuh iman,
hingga hari kami melihat penggenapan janji-Mu.
Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.

🌼 Ucapan Sabat:
Selamat menyambut Sabat pertama tahun 2026.
Kiranya damai Tuhan menyertai setiap langkahmu di tahun yang baru ini.

Margie Amelia

26 Dec 2025

Renungan Buka Sabat – Jumat Sore 🌿 “Diam di Hadapan Tuhan” 🌅


Ketika matahari mulai condong ke barat dan kesibukan perlahan mereda, Sabat kembali menyapa kita dengan undindu yang tenang. Inilah waktu yang Tuhan kuduskan—bukan sekadar untuk berhenti dari pekerjaan, tetapi untuk tinggal lebih dekat di hadirat-Nya. Sabat mengundang kita untuk menenangkan pikiran, melembutkan hati, dan mengingat bahwa hidup kita ada dalam pemeliharaan Allah.

Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, Tuhan memanggil kita untuk diam. Diam bukan berarti kosong, tetapi penuh—penuh akan kesadaran bahwa Allah setia, hadir, dan bekerja bahkan ketika kita berhenti. Sabat adalah hadiah kasih karunia, waktu untuk menyelaraskan kembali hidup kita dengan kehendak-Nya.

📖 “Berhentilah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah.”
— Mazmur 46:11

Melalui Sabat, Tuhan mengingatkan kita bahwa nilai diri kita tidak ditentukan oleh apa yang kita capai, melainkan oleh siapa kita di dalam Kristus. Dalam keheningan Sabat, jiwa yang lelah dipulihkan, iman dikuatkan, dan harapan diperbarui.

📜 Tulisan Ellen G. White:
“Sabat adalah tanda kasih Allah kepada manusia. Ia adalah hari persekutuan dengan Tuhan, hari sukacita bagi jiwa.”
Ellen G. White, Testimonies for the Church, jilid 6

Perenungan:
Bagi kalian, biarlah Sabat sore ini menjadi saat yang penuh kelegaan. Serahkan segala beban, kekhawatiran, dan rencana ke dalam tangan Tuhan. Izinkan damai Kristus memenuhi hati, dan biarkan kasih-Nya menyegarkan langkah hidup ke depan.

🙏 Doa:
Bapa di surga, terima kasih atas Sabat-Mu yang kudus. Ajari kami untuk diam di hadapan-Mu dan percaya sepenuhnya pada pemeliharaan-Mu. Kuduskanlah hati dan pikiran kami, agar Sabat ini menjadi sumber kekuatan dan damai yang sejati. Dalam nama Yesus, kami berdoa. Amin.

🌼 Ucapan Sabat:
Selamat menyambut Sabat yang kudus. Kiranya damai Tuhan menaungi hatimu dan memenuhi rumahmu dengan kehadiran-Nya.

Sabat yang diberkati untukmu, by Margie Amelia.