Translate

23 Jan 2026

🌅 Renungan Buka Sabat Sabat: Hadiah Kasih yang Menenangkan Jiwa Jumat, 23 Januari 2026


🌅 Renungan Buka Sabat

Sabat: Hadiah Kasih yang Menenangkan Jiwa

Jumat, 23 Januari 2026

Jumat sore ini kita kembali melangkah ke waktu yang kudus.
Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, Sabat hadir bukan sebagai beban, melainkan sebagai hadiah kasih dari Tuhan—waktu yang Ia sisihkan agar kita dapat beristirahat di dalam hadirat-Nya.

Sabat mengingatkan kita bahwa nilai hidup tidak diukur dari seberapa banyak yang kita capai, tetapi dari siapa yang kita percaya. Ketika matahari perlahan tenggelam, Tuhan seolah berkata dengan lembut, “Berhentilah. Aku ada di sini.”

📖 Ayat Renungan:

“Datanglah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”
Matius 11:28

Di dalam Sabat, kita belajar melepaskan kendali. Kita belajar bahwa Allah sanggup bekerja bahkan ketika kita berhenti. Keheningan Sabat bukanlah kekosongan, melainkan ruang di mana jiwa dipulihkan dan iman diperbarui.

📜 Tulisan Ellen G. White:

“Sabat diberikan sebagai hari kesenangan, hari untuk menyegarkan tubuh dan jiwa, dan untuk mengarahkan pikiran kepada Allah.”
Ellen G. White

Perenungan:
Bagi kita semua, Sabat sore ini adalah undangan pribadi untuk beristirahat tanpa rasa bersalah. Tidak semua masalah harus selesai hari ini. Tidak semua pertanyaan harus dijawab sekarang. Di dalam Sabat, cukup satu hal: tinggal dekat dengan Tuhan.

Ketika kita menghormati Sabat, kita sedang mengakui bahwa Allah adalah sumber damai sejati—bukan kesibukan, bukan keberhasilan, melainkan hubungan yang hidup dengan-Nya.

🙏 Doa Buka Sabat:
Bapa di Surga,
Terima kasih untuk anugerah Sabat-Mu.
Kami datang dengan hati yang rindu akan kelegaan dan damai.
Pulihkan jiwa kami, tenangkan pikiran kami,
dan ajar kami menikmati hadirat-Mu tanpa tergesa.
Biarlah Sabat ini menjadi sumber kekuatan baru
untuk menjalani hari-hari ke depan bersama-Mu.
Dalam nama Yesus kami berdoa. Amin.

🌼 Ucapan Sabat:
Selamat menyambut Sabat.
Kiranya Sabat ini menjadi waktu perhentian yang manis di dalam kasih Tuhan.

Margie Amelia

No comments: